Prefektur yang dapat ditempuh hanya dalam satu jam perjalanan menggunakan shinkansen dari Tokyo ini menyimpan berbagai keindahan alam dan situs-situs bersejarah. Nama Fukushima mungkin mulai sering kita dengar pasca meledaknya reaktor nuklir akibat gempa dan tsunami besar pada tahun 2011 lalu. Namun, minna tidak perlu khawatir untuk mengunjungi prefektur ini lantaran 90% dari total area prefektur ini aman untuk dikunjungi wisatawan. Zona pembangkit nuklir yang tidak boleh kita masuki hanya menduduki sekitar 10% dari luas wilayahnya.
Kota Aizu Wakamatsu merupakan salah satu kota di bagian barat Fukushima yang aman dari paparan radiasi. Kota yang berjarak sekitar 100 km dari kawasan pembangkit nuklir ini merupakan gambaran kota tua Jepang pada masa kejayaan Samurai. Di sini, minna dapat berjalan-jalan di Aizu Bukeyashiki yang dahulu merupakan area tempat tinggal para samurai. Situs ini sempat terbakar pada saat Perang Boshin, tetapi kini telah direkonstruksi menyerupai bentuk aslinya di Zaman Edo.
Selain berjalan menyusuri lorong waktu di situs sejarah, di Fukushima minna juga dapat menikmati berbagai aktivitas luar ruangan, seperti Hiking di Taman Nasional Oze di musim panas hingga pertengahan musim gugur, serta ski di Gunung Bandai yang menawarkan pemandangan musim dingin yang menakjubkan.
