Sebuah kota kastil feodal yang berubah menjadi pusat manufaktur, Kitakyushu dikenal dengan inovasi mutakhirnya dalam teknologi ramah lingkungan dan festivalnya yang semarak dan tak terlupakan di Prefektur Fukuoka.
Kitakyushu, kota terbesar kedua di wilayah selatan Kyushu, dinamai berdasarkan posisinya di titik paling utara wilayah tersebut. Kota ini dibuat pada tahun 1963 melalui penggabungan lima kota; Kokura, Tobata, Yahata, Wakamatsu dan Moji. Sejarah, tradisi, dan keindahan alam yang unik dari setiap kota berpadu untuk memberikan Kitakyushu kepribadiannya yang unik.
Di sini, penduduk setempat benar-benar memahami definisi “bekerja keras, bermain keras!” yang menjadikannya perjalanan yang benar-benar berkesan saat berada di wilayah selatan Jepang yang cerah.
Kastil Kokura

Kebanggaan Kitakyushu adalah Kastil Kokura, rekonstruksi kastil era Edo yang pertama kali dibangun pada tahun 1602. Kastil ini dipugar sepenuhnya pada tahun 1990 dan menghadap ke taman yang indah. Pada akhir Maret, halaman kastil dipenuhi bunga sakura, menjadikannya lokasi yang indah untuk hanami (melihat bunga).
Kastil ini juga berfungsi sebagai latar dua festival musim panas paling spektakuler di Kitakyushu, Kokura Gion Daiko dan Festival Musim Panas Wasshoi Hyakuman.
Tempat kelahiran toilet Jepang modern
Kitakyushu juga merupakan rumah bagi kantor pusat Toto, yang terkenal dengan toilet merek Washlet berteknologi tinggi. Di Museum Toto, pengunjung dapat mempelajari bagaimana perusahaan berubah dari pembuat porselen sederhana menjadi nama terkemuka dalam inovasi kamar mandi melalui pameran interaktif.
Kitakyushu juga merupakan rumah bagi markas besar Toto.
Untuk pengalaman penuh, pastikan untuk mencoba washlet sendiri di toilet umum yang futuristik! Lantai pertama museum memiliki ruang pamer di mana Anda dapat melihat semua produk Toto terbaru. Bagian terbaik? Semuanya gratis.
Kota pelabuhan yang terpelihara dengan sempurna

Pelabuhan Moji adalah distrik bersejarah menawan yang terkenal dengan museumnya yang memukau, kawasan pejalan kaki di tepi laut, dan kuliner khas yang lezat: kari panggang.
Moji menjadi pelabuhan internasional yang makmur di akhir abad ke-19, dan banyak bangunan bergaya Barat pada zaman itu, termasuk Stasiun Mojiko bergaya neo-renaisans yang megah, masih berdiri dalam kondisi murni. Selain stasiun kereta api, salah satu bangunan yang paling terkenal adalah Bekas Klub Moji Mitsui, tempat Albert Einstein dan istrinya Elsa tinggal selama perjalanan mereka ke Jepang pada tahun 1922.
Acara musiman
Setiap musim panas, Pelabuhan Moji menjadi tuan rumah Festival Kembang Api Selat Kanmon yang sangat populer. Moji dan kota Shimonoseki (di seberang Prefektur Yamaguchi), menembakkan lebih dari 15.000 kembang api dalam pertempuran untuk melihat siapa yang dapat menciptakan tontonan terbesar.

Jangan lewatkan iluminasi liburan yang indah di bulan Desember. Iluminasi liburan menerangi bangunan bata yang menawan di sepanjang bagian depan pelabuhan. Bersama dengan kapal yang lewat, mereka menciptakan suasana yang indah dan sangat romantis.
Manga, anime, dan game ga lore
Dunia manga (komik Jepang) menjadi hidup di Museum Manga Kitakyushu. Terletak di lantai atas pusat perbelanjaan Kota Aru Aru, surga otaku yang penuh dengan toko manga, anime, video game, dan cosplay.
Museum Manga Kitakyushu tidak hanya memperkenalkan sejarah dan proses pembuatan manga, tetapi juga memberi penghormatan kepada seniman manga lokal. Salah satu seniman yang paling terkenal adalah Leiji Matsumoto, orang di balik manga klasik seperti Space Battleship Yamato. Museum ini juga menampilkan pameran berputar, lokakarya, dan zona membaca dengan 50.000 buku untuk dipilih. Setelah selesai menelusuri museum, Anda bisa berbelanja sepuasnya di Kota Aru Aru.
Dunia mimpi botani

Masuki negeri ajaib bunga di Kawachi Wisteria Garden (Peta), di mana terowongan spektakuler dari bunga wisteria ungu dan putih berhembus di sepanjang lereng gunung yang subur di Gunung Sarakura. Terowongan, yang masing-masing berukuran 80 dan 110 meter, memiliki lebih dari 22 jenis wisteria untuk dinikmati.
Taman ini buka dari pertengahan April hingga pertengahan Mei, tetapi musim puncak biasanya pada akhir April hingga awal Mei. Karena bunganya hanya mekar dalam waktu singkat, Anda perlu memesan tanggal dan waktu yang Anda inginkan dengan membeli tiket seharga 500 di toko serba ada. Tiket terjual habis dengan cepat, jadi sebaiknya beli secepatnya.
Taman dibuka kembali dari akhir November hingga awal Desember, saat pengunjung dapat menikmati dedaunan musim gugur di lebih dari 700 pohon maple.

