Shimonoseki memiliki semua atraksi kota besar, masa lalu yang menarik, makanan yang luar biasa, dan koneksi yang mudah untuk bepergian ke tujuan Anda berikutnya. Terselip di ujung barat pulau utama Jepang, Shimonoseki adalah kota terbesar di prefektur Yamaguchi. Ini membanggakan pelabuhan penting dan Jembatan Kanmon yang terkenal, menghubungkannya ke wilayah Kyushu terdekat.
Shimonoseki adalah pilihan terbaik Anda untuk mencoba hidangan laut yang mungkin dianggap “eksotis” oleh wisatawan. Pasar Karato (Peta) adalah pasar ikan terbesar di wilayah yang mendistribusikan 80 persen dari semua fugu (blowfish) di Jepang. Di sini Anda dapat membeli ikan segar dan bahkan menikmati kaisendon (mangkuk nasi seafood) yang menggugah selera dengan harga mulai dari 100. Bintang pertunjukannya, bagaimanapun, adalah fugu, yang merupakan kelezatan Yamaguchi. Shimonoseki dikenal memiliki fugu dengan kualitas terbaik. Padahal, jika Anda tidak cukup berani (hei, insiden jarang terjadi) untuk mencoba fugu, hidangan laut segar lainnya ada di tangan, seperti uni (bulu babi) dan bahkan ikan paus.

Kota yang berpenduduk sekitar 265.000 jiwa ini juga memiliki Museum Ilmu Kelautan yang memajang berbagai jenis ikan hidup yang bisa Anda beli di pasar. Tempat lain untuk eksplorasi air di darat, tentu saja, adalah Kaikyokan (Akuarium Shimonoseki) dengan fugu, penguin, lumba-lumba, dan taman hiburan di sebelahnya.
Di dekatnya, mengapa tidak mencoba titik pandang baru di atas kota? Menara Kaikyo Yume berdiri di ketinggian 153 meter yang mengesankan, dan dari atas, Anda dapat melihat semua pemandangan indah kota yang ramai ini serta kota Fukuoka dari seberang Selat Tsushima yang membentang antara Honshu dan Kyushu.

Sejarah Shimonoseki menambah daya tariknya sebagai perhentian wisata. Ini memainkan bagian dalam perang saudara Jepang tetapi juga terkena serangan dari negara lain. Banyak perang laut terjadi di perairan Shimomoseki, dan Anda masih dapat mengunjungi situs-situs ini hingga hari ini. Di sepanjang pantai di Taman Mimosusagawa, Anda akan menemukan replika meriam laut yang digunakan dalam pertempuran ini.

Alasan besar perang saudara Jepang adalah keyakinan bahwa Jepang harus membuka diri terhadap dunia luar. Itu sebabnya Shimonoseki adalah salah satu kota pertama yang mengizinkan perdagangan terbatas dengan orang asing. Ini terlihat dalam arsitekturnya seperti stasiun Mojiko yang megah atau bekas konsulat Inggris.
Namun, kota ini tidak kekurangan arsitektur tradisional Jepang, seperti Kuil Akami yang indah, yang dibangun untuk menghormati seorang kaisar anak yang tenggelam. Ada juga Kota Kastil Chofu — tempat ini dipenuhi dengan rumah samurai kuno dan sisa-sisa kastil yang dulunya megah.
Setelah Anda selesai menjelajahi Shimonoseki, ini adalah tempat yang bagus untuk perjalanan internasional dengan perahu. Penumpang dapat melakukan perjalanan dari sini ke Korea Selatan atau Cina dengan feri. Perjalanan dengan kapal ke Korea Selatan menghabiskan biaya sekitar 10.000, dan itu lebih murah daripada terbang.

