Pegunungan dan pantai Miyazaki memanggil.
Iklim hangat yang konsisten membuat Prefektur Miyazaki menjadi tempat liburan yang sempurna sepanjang tahun. Prefektur ini juga memiliki makanan khas Jepang, serta mangga yang ditanam secara lokal.
Berkendaralah menyusuri garis pantai Nichinan untuk menikmati matahari, laut, dan selancar yang luar biasa ditambah beberapa kuil kuno sebagai tambahan, atau lakukan perjalanan ke pedalaman pegunungan Takachiho yang berkabut untuk mendengarkan legenda kelahiran Jepang. Sewa mobil jika Anda bisa, dan jangan lupakan nafsu makan Anda.
Aoshima
Dikenal sebagai Ibukota Sinar Matahari Jepang, ibu kota prefektur Kota Miyazaki dikemas dengan

fasilitas resor (sedikit retro) yang menghadap ke beberapa kondisi selancar terbaik di negara ini.
Di sepanjang pantai antara Miyazaki dan Nichinan terdapat pemandangan indah yang tak ada habisnya. Singgahlah di pulau Aoshima yang tertutup pohon palem untuk mengunjungi Aoshima Jinja, kuil indah yang memikat pasangan yang mencari restu pernikahan.
Udo Jingu
Udo Jingu adalah kuil penuh warna yang terletak di atas tebing yang menghadap ke laut.
Kuil ini didedikasikan untuk Kaisar pertama Jimmu Jepang yang legendaris.
Carilah batu berbentuk dada yang seharusnya memberi makan Jimmu saat lahir.
Untuk sedikit keberuntungan dalam kehidupan cinta Anda, belilah beberapa batu undama dan coba lemparkan ke target di bebatuan di bawah kuil.
Takachiho
Tersembunyi di pedalaman pegunungan, Takachiho adalah wilayah tempat mitologi Jepang kuno hidup. Legenda mengatakan bahwa di sinilah para dewa turun dan mendarat di puncak Takachiho-yama—awal mula Jepang. Anda dapat mengunjungi Kuil Takachiho untuk menyaksikan tarian kagura tradisional di mana penduduk setempat bertopeng membawakan cerita dewa Jepang yang sulit diatur.

Takachiho-kyo adalah ngarai berbentuk V yang menakjubkan dengan deretan tebing terjal yang terbentuk oleh letusan gunung berapi ganda di Gunung Aso yang bergejolak. Anda dapat melihat jurang dan air terjun Manai yang spektakuler dari atas, sepanjang jalan setapak, atau dari bawah dengan perahu dayung tradisional.
