Museum Manga Internasional Kyoto

Kyoto biasanya tidak diasosiasikan dengan manga atau anime. Kami membayangkan kota ini sebagai tempat wisata Mekah yang kaya akan arsitektur dan tradisi. Namun, bekas ibu kota ini juga merupakan rumah bagi salah satu museum manga terpenting dan terbesar di Jepang. Museum Manga Internasional Kyoto adalah tempat yang wajib dikunjungi bagi penggemar sastra atau seni visual.
Museum ini dirancang agar pengunjung dapat mengalaminya secara maksimal dengan banyak ruang baca, tempat istirahat, dan ruang untuk anak-anak bermain dan membaca. Di tengah banyaknya buku manga, Anda juga bisa melihat pameran permanen, kursus manga teoretis dan praktis, serta pertunjukan live. Museum ini dulunya adalah sekolah dasar yang dibangun 100 tahun yang lalu. Ini tidak mencolok, tetapi memiliki nuansa seperti perpustakaan yang hangat.

Langsung saja, Anda akan disambut oleh bagian internasional yang besar. Koleksi ini terdiri dari sejumlah manga yang diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa berbeda untuk dinikmati semua orang. Aula besar akan membawa Anda melewati tiga cerita manga. Faktanya, museum ini membawa lebih dari 300.000 volume yang diperoleh sebagian melalui pembelian tetapi dalam banyak kasus, disumbangkan oleh pemegang atau asosiasi swasta. Lantai pertama Museum Manga Internasional Kyoto sebagian besar didedikasikan untuk manga shonen (anak laki-laki); lantai dua berisi banyak koleksi komik shojo (perempuan), sedangkan lantai tiga didedikasikan untuk karya seinen (dewasa muda).

Semua volume di rak dapat diakses untuk dibaca di tempat. Jika Anda mencari sesuatu yang spesifik, cari di database perpustakaan. Anda akan dapat membaca manga yang berasal dari tahun 1940-an, disusun dengan rapi berdasarkan dekade, penulis, tahun publikasi, dan judul.

Tidak hanya membaca
Tapi Museum Manga Internasional Kyoto lebih dari sekadar buku. Museum menampilkan karya seni asli dari ratusan mangaka (penulis manga). Salah satu hal yang paling menakjubkan untuk dilihat adalah patung phoenix besar dari manga ikonik Hi no Tori (“The Firebird,” 1956-57). Sebuah pameran permanen menghadirkan puluhan cetakan gambar tangan seniman legendaris, serta karya seni asli yang ditandatangani. (Terlihat di foto utama.)

Tetap saja, jika Anda mencari sesuatu yang lebih praktis, bergabunglah dengan kelas menggambar manga yang diajarkan oleh seniman manga sejati. Anda juga dapat melihat pertunjukan kamishibai, sebuah pertunjukan di mana seorang narator memerankan sebuah cerita sambil membolak-balik gambar yang digambar di panel. Ini adalah pengalaman yang menarik bagi mereka yang ingin melihat seperti apa pendahulu televisi dan kakek manga dulu di Jepang.

You may also like...

PAGE TOP