Kemarilah, kata kucing itu, dan semua orang akan mengikuti panggilannya. Itu memikat mereka ke Kuil Gotoku-ji, di sudut barat daya Tokyo, yang dipenuhi ribuan patung kucing.
Kucing putih khas dengan satu kaki yang mengundang, disebut maneki neko (kucing keberuntungan) dalam bahasa Jepang. Mereka dapat ditemukan dalam berbagai bentuk dan ukuran, berbaris rapi, dan hinggap di celah-celah candi.

Terlepas dari popularitas dan estetika Instagram Gotoku-ji, kunjungan ke sini sebenarnya bisa sangat tenang dan damai. Ini mungkin karena lokasi wihara di bangsal Setagaya, yang berada sedikit di luar pusat kota Tokyo.
Lingkungan yang sederhana belum dibanjiri turis, membuat kunjungan ke sini menjadi tempat pelarian yang menyenangkan dari hiruk pikuk hotspot seperti Asakusa.
Gotoku-ji dan kucing yang beruntung
Jika Anda seperti kami, Anda mungkin bertanya-tanya, tetapi mengapa? Di Jepang, ada alasan untuk semuanya.

Ceritanya, pada zaman Edo, seorang tuan feodal melewati kuil ketika seekor kucing memanggilnya untuk masuk. Segera setelah itu, badai petir yang dahsyat datang dengan hujan yang tak henti-hentinya turun dari langit. Kucing itu telah melindunginya dari badai dengan membimbingnya ke kuil.
Dia kemudian mengklaim Gotoku-ji sebagai kuil keluarganya, dengan murah hati menyumbangkan dana untuk membangun kembali dan merawatnya selama bertahun-tahun. Ini adalah kisah asal usul maneki neko yang legendaris yang pasti dapat Anda temukan di toko suvenir di seluruh Jepang.

Kami tidak tahu jenis obat apa yang dia pakai yang menyebabkan dia berhalusinasi pada kucing penjaga ini, tetapi kami bersyukur kuil unik ini adalah hasilnya.
Sejak saat itu, orang-orang mulai mempersembahkan patung-patung di Gotoku-ji untuk meminta bantuan dari kucing yang beruntung tersebut, dan untuk berterima kasih ketika keinginan mereka terkabul.
Kuil itu sendiri agak kecil, tetapi pagoda tiga tingkat kuno — dan tentu saja kucing — pasti akan menambah sedikit karakter pada perjalanan Jepang Anda.

