Kuil Omiwa dan Gunung Miwa

Dianggap sebagai kuil Shinto tertua di Jepang, Kuil Omiwa terletak di dasar Gunung Miwa di Sakurai, Prefektur Nara. Tidak hanya kuil, tetapi seluruh gunung dianggap suci. Begitu sakralnya hingga harus meminta izin jika ingin berziarah ke puncak gunung.

Tidak seperti kuil lainnya, tidak ada aula utama di Omiwa untuk menghormati dewanya. Ini karena gunung itu sendiri konon menyimpan para dewa. Umat mengarahkan pemujaan ke Gunung Miwa melalui gerbang triple torii khusus yang terletak di belakang mushola. Ini adalah jenis gerbang kuno yang langka dan salah satu fitur unik dari kuil ini.

Sorotan menarik lainnya di area ini adalah air mancur di dekat Kuil Sai, sebuah kuil kecil yang hanya berjarak beberapa menit dari Kuil Omiwa. Air yang mengalir dari sini adalah mata air alami Miwa dan dikatakan memiliki khasiat penyembuhan. Kuil Sai (Peta) juga merupakan tempat yang perlu Anda kunjungi untuk mendapatkan izin mendaki Gunung Miwa. Cukup pergi ke kantor kuil di mana Anda akan menerima formulir dan beberapa instruksi penting lainnya.

Mendaki Gunung Miwa
Gunung Miwa (juga dikenal sebagai Gunung Mimuro) adalah salah satu lokasi paling suci di Jepang karena diyakini menampung jiwa Omononushi (dewa yang sangat berpengaruh dalam tradisi Shinto). Dengan demikian, akses ke gunung dibatasi.

Banyak orang memilih berziarah tanpa alas kaki, untuk menyerap kekuatan dari gunung.
Penting untuk disadari bahwa mendaki gunung dianggap sebagai ziarah dan bukan kegiatan mendaki atau jalan-jalan biasa. Karena itu, ada aturan ketat yang harus diikuti saat berada di gunung, antara lain dilarang makan, dilarang merokok, dan dilarang fotografi.

Sebelum Anda diberikan izin, para biksu akan menjelaskan semuanya kepada Anda dan memberi Anda formulir untuk diisi. Ini semua akan dilakukan dalam bahasa Jepang, jadi Anda harus memiliki pemahaman bahasa yang masuk akal atau membawa teman untuk menerjemahkan. Setelah izin diberikan, Anda akan menerima selempang putih (tatsuki dalam bahasa Jepang) untuk dikenakan saat mendaki. Warna putih melambangkan kesucian dan biasanya dikenakan oleh para peziarah di seluruh Jepang. Ikat pinggang ini adalah bukti bahwa Anda diizinkan memasuki gunung, dan Anda harus memakainya setiap saat.

Pendakiannya curam di beberapa tempat, tetapi tidak terlalu berat, dan saat Anda mendekati puncak, Anda akan menemukan sejumlah kuil tempat Anda dapat memberikan penghormatan. Banyak orang memilih berziarah tanpa alas kaki, untuk menyerap kekuatan dari gunung, tetapi pilihan ada di tangan Anda!

You may also like...

PAGE TOP