Taman Akasakayama

Kelilingi diri Anda dengan kebahagiaan alami sambil menyeruput teh hijau Jepang yang kaya dan berbusa di Taman Akasakayama di Prefektur Niigata.

Taman penuh aksi ini terletak di Kota Kashiwazaki, kota pesisir yang terkenal dengan roti lapis makarel dan tim polo airnya. Berkat kedekatannya dengan Laut Jepang, cuacanya sejuk dan pepohonan tumbuh dengan indah, menjadikan Taman Akasakayama sebagai ikon Kashiwazaki. Taman ini berjarak 1,5 kilometer sebelah barat stasiun JR Kashiwazaki dan memiliki luas 13,7 hektar. Area berumput utama sangat bagus untuk piknik dan untuk anak-anak berlarian, namun bagian Taman Matsukumo berada di lereng dan memiliki kolam — cocok untuk berjalan-jalan santai selama setengah jam.

Di musim semi, taman ini memamerkan mekarnya ratusan pohon sakura; di musim gugur, kemerahan daun menyelaraskan lereng taman dan membuat gambar menjadi hidup.

Di musim lainnya (ketika pepohonan hijau subur atau seluruh tempat berubah menjadi negeri ajaib musim dingin), Anda dapat bersantai di Museum Kota yang terletak tepat di dalam taman. Di sana, pameran satwa liar dan umat manusia Kashiwazaki, dan bahkan planetarium tersedia setiap hari kecuali hari Senin. Selain itu, pelajari tentang legenda dan sejarah Gunung Yoneyama — gunung suci di area ini!

Museum Seni Upacara Teh Kimura
Di jantung Taman Akasakayama terdapat tempat penting untuk apresiasi teh hijau Jepang. Kimura Kankoan mendirikan museum ini pada tahun 1987 dengan semangat untuk memamerkan semua peralatan upacara minum teh Jepang yang ia kumpulkan semasa hidupnya.

Museum ini menawarkan pengunjung pengalaman upacara minum teh tradisional yang berlangsung selama 30-40 menit. Semua lukisan, rangkaian bunga dan mangkuk teh status harta nasional di museum dijelaskan secara rinci dalam bahasa Jepang pada sesi pengalaman.

Sesi ini hadir dengan mencicipi manisan Jepang (wagashi) dan teh hijau. Namun, wagashi dan teh hijau kental (meski agak pahit) harus dinikmati dengan mengikuti etiket yang ketat. Juga, bersiaplah untuk duduk seiza — atau berlutut di lantai sambil mengistirahatkan pantat Anda di tumit — selama upacara minum teh berlangsung.

Namun, jangan terlalu gugup, cangkir teh antik yang Anda pegang mungkin harganya hanya beberapa juta yen. ?

You may also like...

PAGE TOP